benar-benar mewakili

Di sebelahmu
Orang tua kurus kering
Mengais gumpalan sampah mengering
Demi sesuap nasi aking untuk anak bayinya
Dan kamu
Tidur dengan nyenyaknya
Di saat kamu semestinya memperjuangkan orang seperti dia

Di belakangmu
Seorang ibu yang baru melahirkan
Mengganti popok anaknya di kolong jembatan layang
Lusuh dan tak sehat
Tak heran banyak balita bergizi buruk di negeri yang rakyatnya kamu wakili
Dan kamu mengadakan pertandingan tinju
Di sasana gedungmu yang megah
Mencurahkan amarahmu dengan semangat
Tanpa peduli anak balita sekarat

Di depanmu
Keluarga kecil berteduh di bawah tumpukan seng
Di seberang rel kereta api
Bukan sesuatu yang bisa disebut rumah
Tapi kamu
Ingin merenovasi tempatmu
Kamu bilang sudah tak layak
Tak layak dari sisi mana?

Di bawahmu
Anak-anak kecil di jalan
Mengamen
Di saat mereka harusnya sekolah
Mengenyam pendidikan
Yang kamu bilang
Setiap warga negara berhak atas pendidikan yang layak
Mendapat studi
Tapi apa?
Kamu malah ingin ‘studi’ lagi
Studi yang biayanya bisa mencerdaskan anak bangsa
Bukan mencerdaskan ibu-ibu belanja

Memang kamu berkuasa
Tapi tak sadarkah kamu?
Bagaimana kami memanggilmu?
Wakil Rakyat
Bukankah begitu?
Tapi sepertinya kami harus mengoreksi panggilan itu
Apa memang kamu wakil kami?

Dan hanya Allah Yang Maha Mengampuni serta Memberi Petunjuk
Semoga kamu sadar

2 thoughts on “benar-benar mewakili

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s