Olimpiade Sains Nasional – Sebuah Noda Cemerlang dalam Titik Waktuku

yup
mungkin banyak teman-teman yang tahu
atau bahkan ikut ajang tersebut
Olimpiade Sains Nasional alias OSN
ajang bergengsi yang saat ini jadi tolok ukur keberhasilan pendidikan (walaupun nggak sepenuhnya benar, soalnya yang ada di Olimpiade ini cuma 8 mapel)
acara dari dinas pusat yang bikin sekolah-sekolah dan dinas pendidikan daerah (kota maupun provinsi) rela merogoh kocek untuk membiayai pelatihan buat calon-calon peserta OSN itu

di sini, aku ingin membagi pikiranku
dan sedikit pengalamanku tentang ajang yang (katanya) bergengsi ini

dimulai dari masa SMA yang nun jauh (?) di sana
aku mendengar sebuah nama lomba yang saat itu asing bagiku : OSN
pada saat itu, ada 7 mata pelajaran yang dilombakan : Matematika, Fisika, Kimia, Komputer, Biologi, Astronomi, dan Ekonomi (percaya ato nggak, ini aku tulis berdasarkan urutan keberadaan Olimpiade ini di dunia.. kecuali ekonomi sih)
di SMA-ku, anak-anak yang mau ikut OSN ternyata punya wadah sendiri
kami menyebutnya Tim Mapel
anak-anak yang mau masuk tim mapel ini diseleksi ketat(?) oleh Abang dan Kakak-nya (panggilan untuk kakak kelas di SMA-ku)
dan ketika itu aku memutuskan untuk masuk Tim Kimia
kenapa Kimia?
soalnya, anak Tim Matematika atau Fisika pasti udah jago dari SMP.. susah punya kesempatan bersaing
biologi? big no no.. males ngehafal
komputer dan astronomi juga susah
ekonomi? enggak ngerti sama sekali
yah.. jadilah Kimia

singkat cerita, Abangku yang selisihnya 2 tahun, ternyata ikut OSN di Semarang (OSN V, 2006)
ada dua yang dari Tim Kimia
Hendra Wong yang dapet Emas.. plus Absolute Winner (keren ini abang)
I Wayan Samayoga yang dapet Perak 1 (nyesek)
wow.. aku kagum sama mereka
dan berawang-awang.. mungkin enggak ya bisa kayak mereka?

tahun berikutnya, aku dapet kesempatan ikut Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) bareng 3 Abang dan 1 temen seangkatanku
dan kelima-limanya masuk Olimpiade Sains Provinsi (OSP) alhamdulillah
tapi hanya satu Abangku yang bisa lolos ke OSN
Ferdiansyah Aryanto.. Perunggu OSN VI 2007 Surabaya
dan aku terhenti di Provinsi

tahun depannya, enggak tau kenapa aku boleh ikut OSK lagi
lolos ke OSP bareng Bagas Dhanurendra dan Adika Zhulhi
akhirnya aku dan Adika bisa ke OSN

aku, Adika, dan 11 teman Jateng lainnya berpartisipasi di OSN VII 2008 Makassar
alhamdulillahnya Jateng dapet 2 emas, 2 perak(plus satu best practical exam), dan 2 perunggu
info, dalam OSN ada 30 medali
5 emas
10 perak
15 perunggu
dan ketigapuluh anak bermedali itu berkesempatan untuk ikut pelatihan nasional (pelatnas) untuk jadi tim yang mewakili Indonesia di ajang internasional
yah.. kecuali ekonomi.. soalnya emang nggak ada ajang internasionalnya

yah.. banyak yang aku skip di sini soalnya bakal puanjang kalo diceritain semuanya
tapi tiba-tiba aku jadi satu dari empat orang tim International Chemistry Olympiad dari Indonesia
aku, Adhitya Mangalaputra (nantinya dapet bronze), Bening Tirta Muhammad (bronze juga), dan Ivana Polim (cewek sendiri, muda sendiri – yang lain udah mau kuliah.. ini anak masih naik kelas XII – tapi perak sendiri juga) ikut ke 41st IChO 2009 di Cambridge, UK

nah.. itu sekilas pengalaman
yang pengen aku sampein sebenernya dimulai setelah baris ini

di masa kuliah, aku diajak buat jadi “pengajar” bagi bibit-bibit peraih medali OSN ini
ceritanya sebagai alumni OSN, dinilai bisa memberikan ilmu yang bermanfaat.. secara udah ngalamin sendiri
ceritanya..
tapi bener sih menurutku
banyak pengajar bibit OSN diambil dari dosen dan guru
aku yakin seyakin-yakinnya
beliau-beliau lebih berilmu daripada sekedar anak kuliahan kayak aku
tapi.. mereka belum pernah ngerjain soal olimpiade kayak aku
jadi.. kadang pengalaman terjun langsung bisa lebih berguna daripada ilmu yang banyak
soalnya praktis.. kemungkinan soal yang keluar taun ini model-modelnya sama kayak taun lalu
nggak akan “mblandang” ke persoalan entah-entah yang cuma dosen yang ngerti
jadi.. terjunlah aku ke dunia persilatan
eh
pengajaran bibit-bibit OSN ini

dan dari situlah aku baru tahu
aku kaget lihat bayaran buat pengajar bibit OSN ini
wow banget..
buatku sih alhamdulillah ya nambahin uang saku
tapi kalau dipikir lagi
dana segitu sebenernya bisa dipake untuk bangun sekolah yang rusak
biayain anak yang nggak mampu buat sekolah dasar
atau dijadiin beasiswa silang buat anak sekolah itu yang kurang mampu

kenapa sampai segitunya ngeluarin dana buat pembibitan OSN ini?
ternyata jawabannya simpel
“prestice”
jelas.. sekolah berpredikat “Peraih Medali OSN” bakal punya daya jual tinggi
bakal dapat kucuran dana dari pemerintah daerah buat pengembangan nanti karena dinilai “lebih berpotensi” daripada sekolah lain di daerahnya
sudah melenceng jauh dari tujuan awal OSN

setauku sih
OSN diadain pertama kali di Yogyakarta tahun 2002
waktu itu cuma ada Matematika, Fisika, sama Kimia (kalo nggak salah.. CMIIW)
tujuannya sederhana :
menyeleksi anak-anak yang bakal dijadiin perwakilan Indonesia untuk berjuang di ajang internasional
yang waktu itu ada International Mathematics Olympiad (IMO), International Physic Olympiad (IPhO), dan International Chemistry Olympiad (IChO)
sebelum ada OSN, anak-anak yang mewakili Indonesia itu diseleksi secara acak lewat sekolah dengan beberapa soal
karena makin banyak mapel yang butuh anak-anak.. jadi dibuatlah OSN ini

walah.. panjang amat postnya.. dan kayaknya masih belum kena intinya -__- gomen
intinya sih yang aku pengen utarakan
dari kacamataku
semakin hari OSN semakin jadi ajang sekolah untuk bersaing mendapatkan nama
kelihatannya buruk ya?
nggak juga sih
dari persaingan itu sebenernya menumbuhkan semangat
terutama sekolah atau daerah yang sebelumnya nggak bisa menggaungkan namanya di kancah pendidikan nasional
mereka bakal mencoba semua usaha untuk memajukan namanya melalui OSN
dan terlihat.. belakangan ini jawara OSN semakin bervariasi
nggak cuma dari Jawa melulu.. yang (katanya) tingkat pendidikannya paling tinggi kalau dibandingkan daerah lain

aku cuma berdoa
semoga nggak cuma OSN ini yang dipeduliin sama sekolah
dan terutama dinas pendidikan daerah
semoga pendidikan bagi anak-anak kurang mampu juga bisa se-WAH OSN ini (pendanaannya)
dan semoga tiap tahun OSN bisa lebih baik

maaf buat post yang nggak jelas
di post berikutnya aku bakal mendetailkan pengalaman (mendampingi) OSN terakhir kemaren di Jakarta
(hopefully)

ciao

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s