sebuah bercak merah putih untuk negeriku

aku anakmu
lahir di atas tanahmu yang menghijau tertutup rimbunnya ilalang bergemeresik

aku anakmu
minum dari air gunungmu
yang meskipun kini telah kehilangan beningnya

aku puteramu
yang disuap oleh ilmu-ilmu dari puteramu terdahulu
yang mengajarkan aku tentang cinta
akan tanah yang tertutup rimbunnya ilalang bergemeresik
dan air gunung yang mulai kehilangan jernihnya

aku puteramu
yang berguling dan melompat
untuk belajar mempertahankanmu
dari setan-setan globalisasi yang menghantui pikiran rakyatmu

aku buah hatimu
yang terbiayai oleh keringat-keringat jutaan penghunimu
hingga aku berdiri di sini
menggenggam sebilah pedang tajam bernama hati merdeka

aku buah hatimu
yang memanen titik-titik darah jutaan pejuangmu
hingga otakku terpenuhi
oleh ajaran-ajaran untuk menjunjungmu

maka di sinilah aku
berdiri untukmu
bukan untuk kemenanganku
atau untuk perut buncitku
dan senyum anak istriku

mungkin apa yang akan aku toreh
hanya sebuah bercak merah putih
untuk negeriku

tapi aku percaya
jutaan
milyaran
anak-anakmu
akan ikut menorehkan
garis-garis yang membentuk bidang tegas merah putih
untuk dikibarkan
di langit semesta manusia

hanya itulah
satu caraku yang aku bisa
untuk bersyukur

dari renungan di balik kaca terhantam tumpahan air langit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s