dan hilang

kemudian angin berhembus kering
seolah menyerukan deru tentang kepergian sang perantara rezeki

di mana mereka sekarang?
mendadak aku tak melihat
gundukan-gundukan kecil yang dulu berhimpit sesak
serpihan-serpihan kayu yang dilekatkan cinta dan harapan
gelas-gelas yang melindungi santapan sederhana

dan deru tangis seorang bapak muda di pinggir jalan
yang kemudian bingung ke mana harus bertumpu

padahal yang aku pernah dengar
tiga puluh tahuh sudah mereka mencuci piring-piring berbekas air liur kami
atau menjajakan kertas-kertas yang memunculkan tunas bangsa baru

tapi apa daya mereka?
yang cuma punya kata-kata
dan keyakinan
di depan palu hukum yang terpajang di muka buku tebal bersampul legam

dan aku pun yang hanya bisa berdoa
semoga segalanya menjadi hikmah
dan berterima kasih
kepada setiap hembusan nafasmu
yang sedari pagi membuka tangan
siap melayani perut mahasiswa kos yang belum terisi
atau sekedar fotokopi

kepada para pemilik warung belakang kampus ITB
dan orang bijak yang sangat diharapkan untuk mengerti
maaf tak bisa aku lakukan apapun
karena sungguh aku tak tahu
atau bahkan sekedar melihat
maka aku tak berani berkata lebih dari ini

2 thoughts on “dan hilang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s